Membuat Storyboard sebagai Dasar Produksi Animasi

Posted on


Materi Storyboard untuk Kelas XI DKV SMK

Mata Pelajaran: Animasi 3D (Blender)

Kompetensi: Membuat Storyboard sebagai Dasar Produksi Animasi


Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian storyboard.
  2. Menjelaskan fungsi storyboard dalam pipeline produksi animasi 3D.
  3. Mengidentifikasi elemen-elemen storyboard.
  4. Mengenal berbagai jenis shot dan camera angle.
  5. Membuat storyboard sederhana berdasarkan naskah cerita.
  6. Mengubah storyboard menjadi acuan pembuatan animatic dan layout di Blender.

Storyboard merupakan tahap penting dalam pre-production karena menjadi panduan visual sebelum proses animasi dimulai. Hampir seluruh studio animasi menggunakan storyboard untuk merencanakan adegan, komposisi kamera, pergerakan karakter, hingga alur cerita. (Storyflow)


BAB 1

Apa itu Storyboard?

Pengertian

Storyboard adalah rangkaian gambar yang disusun berurutan untuk menggambarkan jalannya sebuah cerita sebelum diproduksi menjadi film, animasi, iklan, atau video.

Sederhananya,

Storyboard adalah “komik” yang menjelaskan bagaimana sebuah video atau animasi akan dibuat.

Pada animasi 3D, storyboard menjadi panduan bagi:

  • Sutradara
  • Animator
  • Layout Artist
  • Lighting Artist
  • Camera Artist
  • Editor

Tanpa storyboard, proses produksi akan menjadi lebih sulit karena tidak ada panduan visual mengenai urutan adegan, framing, maupun perpindahan kamera. (Storyflow)


BAB 2

Fungsi Storyboard

1. Memvisualisasikan Ide

Ide yang masih berupa tulisan dapat dilihat dalam bentuk gambar.

Contoh

Script:

Seorang anak berjalan menuju sekolah.

Storyboard:

Panel 1
→ Tampak sekolah dari kejauhan.

Panel 2
→ Anak berjalan.

Panel 3
→ Anak masuk gerbang.


2. Menghemat Waktu Produksi

Kesalahan dapat diketahui sebelum animasi dibuat.

Lebih mudah mengganti gambar storyboard daripada mengulang animasi 3D.


3. Memudahkan Komunikasi Tim

Storyboard dipahami oleh semua divisi.

Misalnya:

Animator mengetahui pose.

Camera Artist mengetahui posisi kamera.

Lighting mengetahui suasana.

Editor mengetahui urutan shot.


4. Menentukan Sudut Kamera

Storyboard membantu menentukan:

  • kamera dekat
  • kamera jauh
  • kamera atas
  • kamera bawah
  • zoom
  • pan
  • dolly

5. Menentukan Durasi

Setiap panel biasanya memiliki estimasi waktu.

Misalnya

Shot 1

3 detik

Shot 2

5 detik

Shot 3

2 detik


BAB 3

Pipeline Produksi Animasi

IDE

↓

SCRIPT

↓

STORYBOARD

↓

ANIMATIC

↓

MODELING

↓

RIGGING

↓

LAYOUT

↓

ANIMATING

↓

LIGHTING

↓

RENDERING

↓

EDITING

Storyboard berada di tahap Pre-production dan menjadi jembatan antara naskah dengan proses produksi. Di studio animasi, storyboard sering dilanjutkan menjadi animatic, yaitu storyboard yang diberi durasi, transisi, dan audio sederhana untuk mengecek ritme cerita sebelum produksi penuh. (ACMI)


BAB 4

Elemen Storyboard

Setiap panel storyboard biasanya memiliki:

1. Nomor Scene

Contoh

Scene 01


2. Nomor Shot

Misalnya

Shot 1

Shot 2

Shot 3


3. Gambar

Sketsa sederhana.

Tidak perlu bagus.

Yang penting mudah dipahami.


4. Deskripsi

Menjelaskan apa yang terjadi.

Contoh

“Anak membuka pintu.”


5. Camera Shot

Misalnya

CU

MS

LS


6. Camera Movement

Misalnya

Pan Left

Zoom In

Tilt Up

Dolly In


7. Dialog

Contoh

“Halo teman-teman.”


8. Durasi

Contoh

3 detik


BAB 5

Jenis-Jenis Shot

Storyboard harus menggunakan bahasa sinematografi agar semua kru memahami maksudnya.

1. Extreme Long Shot (ELS)

Menampilkan area yang sangat luas.

Fungsi

Menunjukkan lokasi.

Contoh

Gunung

Kota

Sekolah


2. Long Shot (LS)

Menampilkan tubuh karakter secara penuh.

Digunakan saat karakter berjalan.


3. Medium Long Shot (MLS)

Karakter terlihat dari lutut ke atas.


4. Medium Shot (MS)

Karakter dari pinggang ke atas.

Sering dipakai untuk percakapan.


5. Medium Close Up (MCU)

Dada ke atas.

Cocok untuk presentasi.


6. Close Up (CU)

Hanya wajah.

Menampilkan ekspresi.


7. Extreme Close Up (ECU)

Fokus pada mata.

Mulut.

Jam tangan.

Tombol.


8. Over Shoulder (OTS)

Kamera dari belakang bahu karakter.

Digunakan saat dialog.


9. Point of View (POV)

Kamera menjadi mata karakter.


10. Bird Eye

Kamera dari atas.


11. Low Angle

Kamera dari bawah.

Karakter terlihat kuat.


12. High Angle

Kamera dari atas.

Karakter terlihat kecil atau lemah.

Jenis shot dan angle ini merupakan “bahasa visual” yang membantu menyampaikan emosi dan informasi kepada penonton. (learn.toonboom.com)


BAB 6

Camera Movement

Pan Left

Pan Right

Tilt Up

Tilt Down

Zoom In

🔍

Zoom Out

🔍

Dolly In

Kamera maju.

Dolly Out

Kamera mundur.

Truck Left

Kamera bergeser kiri.

Truck Right

Kamera bergeser kanan.

Orbit

Kamera mengelilingi objek.


BAB 7

Contoh Storyboard Sederhana

Cerita

“Seorang siswa datang ke sekolah.”

PanelGambarShotDeskripsiDurasi
1Gedung sekolahELSMenunjukkan lokasi sekolah3 detik
2Siswa berjalanLSBerjalan menuju gerbang4 detik
3Siswa melambaikan tanganMSMenyapa teman3 detik
4Teman tersenyumCUEkspresi senang2 detik
5Mereka masuk kelasLSBerjalan bersama4 detik

BAB 8

Contoh Storyboard Animasi 3D Blender

Misalnya membuat animasi bola.

Shot 1

Camera

Wide Shot

Visual

Bola diam di lantai.

Durasi

2 detik


Shot 2

Camera

Medium Shot

Visual

Bola mulai menggelinding.

Durasi

2 detik


Shot 3

Close Up

Visual

Bola memantul.

Durasi

1 detik


Shot 4

Wide Shot

Visual

Bola berhenti.

Durasi

2 detik


BAB 9

Simbol yang Sering Dipakai

←
Pan Left

→
Pan Right

↑
Tilt Up

↓

Tilt Down

⭕
Zoom

↗
Camera Move

🚶
Character Move

⚡
Action

BAB 10

Tips Membuat Storyboard

✅ Tidak perlu gambar bagus.

✅ Gunakan stickman.

✅ Fokus pada cerita.

✅ Fokus pada kamera.

✅ Beri nomor setiap panel.

✅ Tambahkan durasi.

✅ Tambahkan arah gerak.


Kesalahan yang Sering Dilakukan

❌ Semua panel menggunakan Close Up.

❌ Tidak ada nomor shot.

❌ Tidak ada arah kamera.

❌ Tidak ada deskripsi.

❌ Terlalu banyak detail gambar.

❌ Tidak memperhatikan kontinuitas.


Referensi Layout Storyboard

Berikut beberapa contoh layout storyboard yang umum digunakan di industri.

Image

Image

Image

Image

Image

Image


Beberapa pola yang sering digunakan:

Format 3 Panel

+--------------------+
|     Gambar         |
+--------------------+
| Deskripsi          |
| Shot               |
| Durasi             |
+--------------------+

Format 6 Panel

+-----+-----+-----+
| 1   | 2   | 3   |
+-----+-----+-----+
| 4   | 5   | 6   |
+-----+-----+-----+

Format Profesional

Scene : 05
Shot : 12

+----------------------+
|                      |
|     STORYBOARD       |
|                      |
+----------------------+

Camera :
Action :
Dialog :
Duration :
Audio :
Notes :

Hubungan Storyboard dengan Blender

Dalam proses produksi animasi 3D menggunakan Blender, storyboard menjadi acuan untuk:

  • Menentukan jumlah scene yang akan dibuat.
  • Menempatkan posisi kamera (Camera Object).
  • Menentukan pergerakan kamera menggunakan keyframe.
  • Menentukan blocking karakter.
  • Menyusun animatic di Video Sequence Editor (VSE) sebelum animasi final.
  • Menghindari pembuatan aset atau animasi yang tidak diperlukan.

Latihan Siswa

Latihan 1

Buat storyboard 6 panel dengan tema:

“Seorang siswa terlambat masuk sekolah.”

Sertakan:

  • Nomor panel
  • Jenis shot
  • Deskripsi aksi
  • Durasi

Latihan 2

Buat storyboard 8 panel tentang:

“Robot menemukan seekor kucing.”

Sertakan:

Nomor panel

Jenis shot

Deskripsi aksi

Durasi

Gravatar Image
Guru Seni Visual & Jurnalistik | Drummer. Menangkap realita, menghidupkan imajinasi, dan menjaga tempo. Hidup dalam harmoni visual dan frekuensi abstrak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *