
Materi Storyboard untuk Kelas XI DKV SMK
Mata Pelajaran: Animasi 3D (Blender)
Kompetensi: Membuat Storyboard sebagai Dasar Produksi Animasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:
- Menjelaskan pengertian storyboard.
- Menjelaskan fungsi storyboard dalam pipeline produksi animasi 3D.
- Mengidentifikasi elemen-elemen storyboard.
- Mengenal berbagai jenis shot dan camera angle.
- Membuat storyboard sederhana berdasarkan naskah cerita.
- Mengubah storyboard menjadi acuan pembuatan animatic dan layout di Blender.
Storyboard merupakan tahap penting dalam pre-production karena menjadi panduan visual sebelum proses animasi dimulai. Hampir seluruh studio animasi menggunakan storyboard untuk merencanakan adegan, komposisi kamera, pergerakan karakter, hingga alur cerita. (Storyflow)
BAB 1
Apa itu Storyboard?
Pengertian
Storyboard adalah rangkaian gambar yang disusun berurutan untuk menggambarkan jalannya sebuah cerita sebelum diproduksi menjadi film, animasi, iklan, atau video.
Sederhananya,
Storyboard adalah “komik” yang menjelaskan bagaimana sebuah video atau animasi akan dibuat.
Pada animasi 3D, storyboard menjadi panduan bagi:
- Sutradara
- Animator
- Layout Artist
- Lighting Artist
- Camera Artist
- Editor
Tanpa storyboard, proses produksi akan menjadi lebih sulit karena tidak ada panduan visual mengenai urutan adegan, framing, maupun perpindahan kamera. (Storyflow)
BAB 2
Fungsi Storyboard
1. Memvisualisasikan Ide
Ide yang masih berupa tulisan dapat dilihat dalam bentuk gambar.
Contoh
Script:
Seorang anak berjalan menuju sekolah.
Storyboard:
Panel 1
→ Tampak sekolah dari kejauhan.
Panel 2
→ Anak berjalan.
Panel 3
→ Anak masuk gerbang.
2. Menghemat Waktu Produksi
Kesalahan dapat diketahui sebelum animasi dibuat.
Lebih mudah mengganti gambar storyboard daripada mengulang animasi 3D.
3. Memudahkan Komunikasi Tim
Storyboard dipahami oleh semua divisi.
Misalnya:
Animator mengetahui pose.
Camera Artist mengetahui posisi kamera.
Lighting mengetahui suasana.
Editor mengetahui urutan shot.
4. Menentukan Sudut Kamera
Storyboard membantu menentukan:
- kamera dekat
- kamera jauh
- kamera atas
- kamera bawah
- zoom
- pan
- dolly
5. Menentukan Durasi
Setiap panel biasanya memiliki estimasi waktu.
Misalnya
Shot 1
3 detik
Shot 2
5 detik
Shot 3
2 detik
BAB 3
Pipeline Produksi Animasi
IDE
↓
SCRIPT
↓
STORYBOARD
↓
ANIMATIC
↓
MODELING
↓
RIGGING
↓
LAYOUT
↓
ANIMATING
↓
LIGHTING
↓
RENDERING
↓
EDITING
Storyboard berada di tahap Pre-production dan menjadi jembatan antara naskah dengan proses produksi. Di studio animasi, storyboard sering dilanjutkan menjadi animatic, yaitu storyboard yang diberi durasi, transisi, dan audio sederhana untuk mengecek ritme cerita sebelum produksi penuh. (ACMI)
BAB 4
Elemen Storyboard
Setiap panel storyboard biasanya memiliki:
1. Nomor Scene
Contoh
Scene 01
2. Nomor Shot
Misalnya
Shot 1
Shot 2
Shot 3
3. Gambar
Sketsa sederhana.
Tidak perlu bagus.
Yang penting mudah dipahami.
4. Deskripsi
Menjelaskan apa yang terjadi.
Contoh
“Anak membuka pintu.”
5. Camera Shot
Misalnya
CU
MS
LS
6. Camera Movement
Misalnya
Pan Left
Zoom In
Tilt Up
Dolly In
7. Dialog
Contoh
“Halo teman-teman.”
8. Durasi
Contoh
3 detik
BAB 5
Jenis-Jenis Shot
Storyboard harus menggunakan bahasa sinematografi agar semua kru memahami maksudnya.
1. Extreme Long Shot (ELS)
Menampilkan area yang sangat luas.
Fungsi
Menunjukkan lokasi.
Contoh
Gunung
Kota
Sekolah
2. Long Shot (LS)
Menampilkan tubuh karakter secara penuh.
Digunakan saat karakter berjalan.
3. Medium Long Shot (MLS)
Karakter terlihat dari lutut ke atas.
4. Medium Shot (MS)
Karakter dari pinggang ke atas.
Sering dipakai untuk percakapan.
5. Medium Close Up (MCU)
Dada ke atas.
Cocok untuk presentasi.
6. Close Up (CU)
Hanya wajah.
Menampilkan ekspresi.
7. Extreme Close Up (ECU)
Fokus pada mata.
Mulut.
Jam tangan.
Tombol.
8. Over Shoulder (OTS)
Kamera dari belakang bahu karakter.
Digunakan saat dialog.
9. Point of View (POV)
Kamera menjadi mata karakter.
10. Bird Eye
Kamera dari atas.
11. Low Angle
Kamera dari bawah.
Karakter terlihat kuat.
12. High Angle
Kamera dari atas.
Karakter terlihat kecil atau lemah.
Jenis shot dan angle ini merupakan “bahasa visual” yang membantu menyampaikan emosi dan informasi kepada penonton. (learn.toonboom.com)
BAB 6
Camera Movement
Pan Left
←
Pan Right
→
Tilt Up
↑
Tilt Down
↓
Zoom In
🔍
Zoom Out
🔍
Dolly In
Kamera maju.
Dolly Out
Kamera mundur.
Truck Left
Kamera bergeser kiri.
Truck Right
Kamera bergeser kanan.
Orbit
Kamera mengelilingi objek.
BAB 7
Contoh Storyboard Sederhana
Cerita
“Seorang siswa datang ke sekolah.”
| Panel | Gambar | Shot | Deskripsi | Durasi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Gedung sekolah | ELS | Menunjukkan lokasi sekolah | 3 detik |
| 2 | Siswa berjalan | LS | Berjalan menuju gerbang | 4 detik |
| 3 | Siswa melambaikan tangan | MS | Menyapa teman | 3 detik |
| 4 | Teman tersenyum | CU | Ekspresi senang | 2 detik |
| 5 | Mereka masuk kelas | LS | Berjalan bersama | 4 detik |
BAB 8
Contoh Storyboard Animasi 3D Blender
Misalnya membuat animasi bola.
Shot 1
Camera
Wide Shot
Visual
Bola diam di lantai.
Durasi
2 detik
Shot 2
Camera
Medium Shot
Visual
Bola mulai menggelinding.
Durasi
2 detik
Shot 3
Close Up
Visual
Bola memantul.
Durasi
1 detik
Shot 4
Wide Shot
Visual
Bola berhenti.
Durasi
2 detik
BAB 9
Simbol yang Sering Dipakai
←
Pan Left
→
Pan Right
↑
Tilt Up
↓
Tilt Down
⭕
Zoom
↗
Camera Move
🚶
Character Move
⚡
Action
BAB 10
Tips Membuat Storyboard
✅ Tidak perlu gambar bagus.
✅ Gunakan stickman.
✅ Fokus pada cerita.
✅ Fokus pada kamera.
✅ Beri nomor setiap panel.
✅ Tambahkan durasi.
✅ Tambahkan arah gerak.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
❌ Semua panel menggunakan Close Up.
❌ Tidak ada nomor shot.
❌ Tidak ada arah kamera.
❌ Tidak ada deskripsi.
❌ Terlalu banyak detail gambar.
❌ Tidak memperhatikan kontinuitas.
Referensi Layout Storyboard
Berikut beberapa contoh layout storyboard yang umum digunakan di industri.

Beberapa pola yang sering digunakan:
Format 3 Panel
+--------------------+
| Gambar |
+--------------------+
| Deskripsi |
| Shot |
| Durasi |
+--------------------+
Format 6 Panel
+-----+-----+-----+
| 1 | 2 | 3 |
+-----+-----+-----+
| 4 | 5 | 6 |
+-----+-----+-----+
Format Profesional
Scene : 05
Shot : 12
+----------------------+
| |
| STORYBOARD |
| |
+----------------------+
Camera :
Action :
Dialog :
Duration :
Audio :
Notes :
Hubungan Storyboard dengan Blender
Dalam proses produksi animasi 3D menggunakan Blender, storyboard menjadi acuan untuk:
- Menentukan jumlah scene yang akan dibuat.
- Menempatkan posisi kamera (Camera Object).
- Menentukan pergerakan kamera menggunakan keyframe.
- Menentukan blocking karakter.
- Menyusun animatic di Video Sequence Editor (VSE) sebelum animasi final.
- Menghindari pembuatan aset atau animasi yang tidak diperlukan.
Latihan Siswa
Latihan 1
Buat storyboard 6 panel dengan tema:
“Seorang siswa terlambat masuk sekolah.”
Sertakan:
- Nomor panel
- Jenis shot
- Deskripsi aksi
- Durasi
Latihan 2
Buat storyboard 8 panel tentang:
“Robot menemukan seekor kucing.”
Sertakan:
Nomor panel
Jenis shot
Deskripsi aksi
Durasi



