BAB 1: KARAKTER WIRAUSAHA (PANDUAN LENGKAP)

Posted on


A. Pengertian Wirausaha
Istilah entrepreneur (wirausaha) pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom asal Perancis, Richard Cantillon. Menurut Cantillon, entrepreneur adalah agen yang membeli alat produksi dengan harga pasti untuk kemudian mengombinasikannya. Secara etimologis, kewirausahaan berasal dari kata Entrepreneur, yang berarti seseorang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun belum mengetahui berapa harga jual barang tersebut nantinya.

Sering kali masyarakat menyamakan wirausaha dengan wiraswasta, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha, sedangkan wirausaha selalu mampu terus berkembang dan berani mencoba usaha lainnya. Kewirausahaan pada dasarnya adalah sebuah proses menciptakan sesuatu yang baru menggunakan waktu, modal, dan keberanian mengambil risiko, demi menerima balas jasa berupa uang, kepuasan, serta kebebasan pribadi.

Raymond dan Russel juga menekankan pada aspek kebebasan berusaha dengan mendefinisikan wirausaha sebagai pemilik dan pengelola yang mandiri serta berorientasi pada pertumbuhan (An entrepreneur is an independent, growth oriented owner operator). Seorang wirausaha sejati memiliki ciri-ciri seperti fokus yang terkendali, energi tinggi, kebutuhan akan prestasi, toleransi terhadap keraguan, percaya diri, dan berorientasi pada tindakan.

B. Karakteristik Wirausaha Untuk menjadi wirausahawan yang sukses, ada berbagai karakteristik yang harus ditanamkan. Menurut Bygrave, terdapat 10 karakteristik utama yang dikenal dengan istilah 10 D, yaitu:

  1. Dream: Memiliki visi dan keinginan terhadap masa depan untuk mewujudkan impian.
  2. Decisiveness: Mampu membuat keputusan secara cepat, tidak lambat, dan tidak menunda-nunda.
  3. Doers: Langsung menindaklanjuti keputusan yang telah diambil.
  4. Determination: Melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian, tanggung jawab, dan pantang menyerah.
  5. Dedication: Berdedikasi tinggi terhadap bisnisnya dan rela berkorban.
  6. Devotion: Tidak mengenal lelah, semua perhatian hanya tercurah pada bisnisnya.
  7. Details: Memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci sampai ke hal yang terkecil.
  8. Destiny: Bertanggung jawab penuh terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai.
  9. Dollars: Tidak mengutamakan pencapaian kekayaan semata; uang dianggap sebagai hasil dari kesuksesan.
  10. Distribute: Mampu mendistribusikan atau membagi kepemilikan bisnisnya kepada orang lain.

Selain itu, terdapat enam karakteristik utama yang wajib dimiliki:

  • Sikap Disiplin: Ketaatan pada aturan yang bersumber dari diri sendiri.
  • Komitmen Tinggi: Fokus pikiran diarahkan pada tugas untuk hasil maksimal.
  • Jujur: Penting untuk menumbuhkan kepercayaan.
  • Kreatif dan Inovatif: Mampu melahirkan gagasan atau produk baru (kreatif) dan memperkenalkannya agar diterima masyarakat (inovatif).
  • Mandiri: Mampu mengerjakan kegiatan tanpa selalu bergantung pada orang lain.
  • Realistis: Berpikir sesuai kenyataan dan akal sehat.

Wirausahawan juga harus memiliki perilaku kerja prestatif (selalu ingin maju). Menurut Stephen Covey, ada 4 sisi potensial manusia untuk maju: self awareness (mawas diri), conscience (suara hati), independent will (kebebasan berekspresi), dan creative imagination (imajinasi kreatif). Perilaku ini diwujudkan dalam sikap:

  • Kerja Ikhlas: Bekerja dengan hati yang tulus.
  • Kerja Mawas: Bekerja tanpa terpengaruh emosi negatif.
  • Kerja Cerdas: Pintar memperhitungkan risiko dan mencari solusi.
  • Kerja Keras: Memiliki sifat “gila kerja” untuk mencapai sasaran.
  • Kerja Tuntas: Mengorganisasikan usaha secara terpadu dari awal hingga selesai maksimal.

C. Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha Keberhasilan wirausaha dipengaruhi oleh unsur pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), sikap mental, dan kewaspadaan dalam memprakirakan masa depan. Adyaksa Dault merumuskan falsafah keberhasilan usaha dengan akronim “DORAEMON”, yaitu:

  • Dream: Semua berawal dari sebuah mimpi.
  • Opportunity: Mencari peluang di sekitar kita.
  • Reform: Menyusun perencanaan sistematis.
  • Action: Mulai dengan tindakan nyata.
  • Energy: Memiliki semangat yang besar.
  • Mapping: Melakukan pemetaan dengan analisis SWOT.
  • Organization: Bergabung dengan organisasi yang teratur.
  • Network: Menciptakan jaringan relasi seluas mungkin.

Selain keberhasilan, wirausaha juga bisa menghadapi kegagalan. Faktor penyebab utamanya adalah kurangnya perencanaan yang matang, bakat yang tidak cocok, kurangnya pengalaman, minimnya semangat, kurang modal, hingga lemahnya pemasaran. Menurut Karakaya dan Kobu, kegagalan bisa bersumber dari masalah produk dan pasar (strategi salah), masalah finansial (terlalu banyak utang di awal), dan masalah manajemen (nepotisme atau tim yang lemah).

D. Kisah Sukses Wirausaha Kisah nyata dapat menjadi inspirasi:

  1. Bill Gates: Pendiri Microsoft ini memulai ketertarikannya pada komputer sejak tahun 1968. Dengan kecerdasan, pemikiran kreatif, dan etos kerja kerasnya, ia berhasil menciptakan perangkat lunak yang memudahkan aktivitas manusia dan membawanya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
  2. Amanda Brownies Kukus: Berawal dari industri rumahan di Bandung, Nyonya Sumi Wiludjeng memodifikasi kue brownies panggang yang keras menjadi brownies kukus yang lembut dan lumer. Berkat inovasi ini dan promosi dari mulut ke mulut, Amanda berkembang pesat dan membuka banyak cabang.
  3. Bukalapak dan Go-Jek: Kedua perusahaan ini adalah bukti nyata bagaimana pemanfaatan pesatnya teknologi informasi dan komunikasi dapat menciptakan layanan jual beli dan transportasi yang hemat, mudah, serta nyaman.
  4. DIBAWAH INI ADALAH MATERI PDF LENGKAP MAPEL KIK

    Powered By EmbedPress

Gravatar Image
Guru Seni Visual & Jurnalistik | Drummer. Menangkap realita, menghidupkan imajinasi, dan menjaga tempo. Hidup dalam harmoni visual dan frekuensi abstrak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *